Tingkatkan Literasi, Ajak Desa Kelola Perpusdes Berbasis Inklusi Sosial

Bengkulu Selatan – Perpustakaan desa (perpusdes) diharapkan dapat bertransformasi menjadi layanan berbasis inklusi sosial. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang berliterasi dan meningkatkan peran literasi untuk kesejahteraan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bengkulu Selatan, Srigusti Sabana SH, saat menjadi narasumber Pelatihan Perpustakaan di kantor Desa Gunung Kembang, Rabu (21/11/2018).

“Jadi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial harus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup pengguna perpustakaan. Maka dari itu dengan pelayanan inklusi tersebut perpustakaan perlu dirancang lebih menarik untuk memancing masyarakat giat membaca di perpustakaan.,” jelas Srigusti.

Dijelaskannya, perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah bagaimana pendekatan dilakukan untuk mendekatkan buku-buku ilmu terapan, buku gaya hidup yang berisi sejarah kesuksesan seseorang kepada masyarakat untuk membacanya dan mampu memberikan inspirasi.

“Dengan inklusi sosial itu masyarakat dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan yang didapat dari membaca di perpustakaan dan diterapkan di kehidupan sehingga mensejahterakan diri sendiri, keluarga hingga masyarakat lainnya,” ujar Srigusti.

Selain itu, pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bengkulu Selatan juga menekankan tentang fungsi dan tugas masing-masing petugas perpustakaan desa, mengelola perpustakaan mulai dari mengelola sampai penomoran buku koleksi perpustakaan. (MC Bengkulu Selatan)

 

Sumber : http://mediacenter.bengkuluselatankab.go.id/2018/11/21/tingkatkan-literasi-ajak-desa-kelola-perpusdes-berbasis-inklusi-sosial/

MENJADI NARASUMBER PELATIHAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN, TANGGAL 21-22 NOVEMBER 2018

 

Hari ini, Rabu 21 November 2018 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan diundang menjadi Narasumber pada Kegiatan Pelatihan Perpustakaan Di Kantor Desa Gunung Kembang Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Dijelaskan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Hj. Srigusti, SH bahwa Perpustakaan mempunyai Fungsi sebagai tempat membaca bahan pustaka, menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah, dan perpustakaan berfungsi membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya serta berfungsi sebagai agen kultural artinya perpustakaan adalah pusat utama kehidupn budaya bagi masyarakat sekitarnya.

Dalam pengelolaan Perpustakaan, perlu adanya Planning, Organizing, Staffing, Leading dan Controling sehingga bertujuan menjadikan perpustakaan menuju pusat informasi pembelajaran yang menjawab kebutuhan masyarakat Desa melalui peningkatan akses terhadap teknologi dan layanan yang relevan.

 

Mahasiswi UT Melakukan Observasi di Dinas Perpustakaan

Hari ini Rabu, 14 November 2018 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkulu Selatan mendapat Kunjungan dari Mahasiswi Universitas Terbuka (UT) Jurusan PGSD. Kedatangan mereka untuk melakukan Observasi di Perpustakaan.

Dengan ini, kami berharap agar Perpustakaan ini akan lebih diminati dan menjadi semakin lebih berkembang dengan seiring perkembangan teknologi saat ini.
#salamliterasi

Menghadiri Pelatihan Tenaga Pengelola Perpustakaan Binaan di Provinsi Bengkulu

PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT BELAJAR MASYARAKAT BERBASIS INKLUSI SOSIAL

Bengkulu, 18 Oktober 2018, LANGSUNG DITANGKAP……….seperti lagu hap hap lalu ditangkap, Kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkulu Selatan Hj. Srigusti, SH.

Program Coca Cola Foundations (CCFI) yang sudah berakhir pada Bulan Juli 2018 lalu, dengan sudah merefleksikan Perpustakaan baik Kabupaten, Kota maupun Desa yang ada di Provinsi Bengkulu. Tentunya Program Perpustakaan bukan saja menjadi tempat tumpukan buku-buk serta arsip saja, tetapi bagaimana menjadikan perpustakaan tempat berkegiatan, berbasis inklusi sosial, menuju masyarakat sejahtera, dan perpustakaan sudah menjadi urusan wajib secara nasional. Ini kesempatan, untuk terbang menembus batas. Di perpustakaan berkegiatan untuk hidup lebih baik. Dan terima kasih kepada Pak Denny dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Pak Gubernur Bengkulu, dengan komitmen yang jelas menjadikan perpustakaan untuk berkegiatan. Ujar Hj. Srigusti, SH., selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pelatihan Perpustakaan Sebagai Pusat Belajar Berbasis Inklusi Sosial yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu di Hotel Raffles City Tanggal 16-18 Oktober 2018 Provinsi Bengkulu.

Perpustakaan Pikat Pembaca, Berubah ke Berbasis Inklusi Sosial

IST/Bengkulu Ekspress  Plt Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah berfoto bersama Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca RI, Drs. Deni Kurniadi M. Hum, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman S.Ag., MM dan tamu lainnya usai membuka Sosialisasi dan Pelatihan Perpustakaan se-Provinsi Bengkulu, kemarin (17/10). BENGKULU

Bengkulu Ekspress – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu terus berinovasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Dari yang dahulunya bernama PerpuSeru, program ini bertransformasi menjadi Perpustakaan Sebagai Pusat Belajar Masyarakat Berbasis Inklusi Sosial. Insklusi sosial adalah pendekatan berbasis sistem sosial yang memandang perpustakaan sebagai sub sistem sosial dalam kemasyakatan.

Untuk itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan Sosialisasi serta Pelatihan Perpustakaan se-Provinsi Bengkulu di Hotel Raffles City, Selasa (16/10/18) selama 2 hari yakni 16-17 Oktober 2018 . Sosialisasi atau kegiatan pembinan ini merupakan lanjutan cikal bakal dari PerpuSeru yang dahulunya dikembangkan Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpustakaan nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando yang diwakili Kepala Perpustakaan dan Minat Baca, Deni Kurniadi menuturkan, pada 2011 lalu PerpuSeru merupakan hasil kerjasama Perpusnas dengan Coca-cola Foundation Indonesia dan Bill & Melinda Gates Foundation yang mengagas pusat belajar masyarakat melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi.

“Setelah 8 tahun bekerja sama dengan Coca-cola Foundation Indonesia dan Bill & Melinda Gates Foundation berakhir, kita kembali dengan program baru ini. Kita juga memberikan bantuan komputer, tambahan koleksi buku dan pendidikan pengetahuan untuk pustakawan. Semoga saja minat baca dan pengetahuan masyarakat terus berkembang dengan beberapa bantuan sarana dan prasarana yang kita berikan,” terangnya kepada Bengkulu Ekspress.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan sumber daya manusia melalui peningkatan literasi dan kreativitas masyarakat sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan dengan mengakses informasi sehingga bisa menciptakan beragam inovasi yang dapat menjadi penghasilan masyarakat di sisi ekonomi. Mengingat saat ini minat baca masyarakat Bengkulu dinilai masih sangat rendah, bisa dikatakan merupakan salah satu sebab meningkatnya angka kemiskinan yang dialami masyarakat karena kurangnya pengetahuan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman menjelaskan, di Provinsi Bengkulu program PerpuSeru diaplikasikan dalam bentuk Pembinaan Perpustakaan Desa atau Kelurahan. Ada 3 Kabupaten yang sudah menjadi binaan yaitu Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Dari masing-masing kabupaten itu, totalnya sudah ada 19 Desa yang menjadi binaan PerpuSeru dan sekarang berganti menjadi program berbasis inklusi sosial ini. Tentunya tidak ada yang berubah dari fungsi perpustakaan, hanya saja ada beberapa perkembangan seperti penambahan komputer berjaringan untuk memperluas cakupan baca masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang mendukung penuh program tersebut dan puluhan peserta pelatihan se-Provinsi Bengkulu.

Ia berharap, pelatihan dan sosialisasi ini bisa menjadi salah satu program pendukung mencerdaskan bangsa dengan meningkatkan minat baca masyarakat. (imn)

Sumber: https://bengkuluekspress.com/perpustakaan-pikat-pembaca-berubah-ke-berbasis-inklusi-sosial/

Mengikuti Festifal Lapak 2018 dalam Rangka Menyemarakkan “Hari Berkunjung Ke Perpustakaan” Program Coca Cola Foundations, 27 SEPTEMBER – 01 OKTOBER 2018 di Jakarta

Minggu, 30 September 2018

SEPERTI MAKAN OBAT………..sudah tiga kali dalam satu tahun ini kami diundang oleh PerpuSeru Coca Cola Foundations Indonesia, untuk mengikuti Pameran Lapak PerpuSeru 2018 Hasil Impact berkegiatan di Perpustakaan.

Kalau soal fasilitas semua dari mereka, dan pameran yang ditampilkan pun diadakan di tempat seperti Bappenas atau mall-mall yang ada di kota besar yaitu Jogyakarta dan Jakarta. Yang diundang dalam Kegiatan ini hanya 40 Kabupaten/ Desa dari seluruh Indonesia untuk melakukan hal-hal yang kecil dan dapat merubah prilaku masyarakat desa untuk mengembangkan potensi SDA SDM yang ada di desa-desa.

Tentulah hal ini akan sulit kami lakukan tanpa ada tim yang solid di Perpustakaan, komitmen yang jelas, serta akan lebih sulit dilakukan jika tanpa adanya dukungan dari penentu kebijakan dan sinergisitas antar instansi. Dan kerjasama ini sangat kami diperlukan agar dapat mewujudkan serta menjadikan Bengkulu Selatan Emas, harap Hj. Srigusti, SH.

  

   

#perpustakaanberkegiatan 

MONEV PERPUSTAKAAN DESA MELA’O

Selasa, 25 September 2018

Tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkulu Selatan mengunjungi Perpustakaan Maju Bersama Desa Mela’o untuk membahas mengenai persiapan bahan perlengkapan yang akan dibawa pada Pameran Lapak Perpuseru tanggal 27 September- 01 Oktober 2018 di Jakarta yaitu berupa Produk Olahan dari Desa Mela’o yaitu Bubuk Kopi Asli dan Sagun Beteka.

Dan mereka dari pihak Perpustakaan Desa Mela’o menyanggupi dan akan menyiapkan barang yang akan dibawa pada acara Pameran Impact di Jakarta tersebut, ujar Wiwit Ikhsan, SE selaku Kasi Pelestarian Bahan Pustaka Perpustakaan dan PIC Kabupaten Program PerpuSeru CCFI.

#perpustakaanberkegiatan