UT Melakukan Observasi di Dinas Perpustakaan

Hari ini Rabu, 14 November 2018 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkulu Selatan mendapat Kunjungan dari Mahasiswi Universitas Terbuka (UT) Jurusan PGSD. Kedatangan mereka untuk melakukan Observasi di Perpustakaan.

Dengan ini, kami berharap agar Perpustakaan ini akan lebih diminati dan menjadi semakin lebih berkembang dengan seiring perkembangan teknologi saat ini.
#salamliterasi

Menghadiri Pelatihan Tenaga Pengelola Perpustakaan Binaan di Provinsi Bengkulu

PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT BELAJAR MASYARAKAT BERBASIS INKLUSI SOSIAL

Bengkulu, 18 Oktober 2018, LANGSUNG DITANGKAP……….seperti lagu hap hap lalu ditangkap, Kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkulu Selatan Hj. Srigusti, SH.

Program Coca Cola Foundations (CCFI) yang sudah berakhir pada Bulan Juli 2018 lalu, dengan sudah merefleksikan Perpustakaan baik Kabupaten, Kota maupun Desa yang ada di Provinsi Bengkulu. Tentunya Program Perpustakaan bukan saja menjadi tempat tumpukan buku-buk serta arsip saja, tetapi bagaimana menjadikan perpustakaan tempat berkegiatan, berbasis inklusi sosial, menuju masyarakat sejahtera, dan perpustakaan sudah menjadi urusan wajib secara nasional. Ini kesempatan, untuk terbang menembus batas. Di perpustakaan berkegiatan untuk hidup lebih baik. Dan terima kasih kepada Pak Denny dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Pak Gubernur Bengkulu, dengan komitmen yang jelas menjadikan perpustakaan untuk berkegiatan. Ujar Hj. Srigusti, SH., selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pelatihan Perpustakaan Sebagai Pusat Belajar Berbasis Inklusi Sosial yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu di Hotel Raffles City Tanggal 16-18 Oktober 2018 Provinsi Bengkulu.

Perpustakaan Pikat Pembaca, Berubah ke Berbasis Inklusi Sosial

IST/Bengkulu Ekspress  Plt Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah berfoto bersama Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca RI, Drs. Deni Kurniadi M. Hum, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman S.Ag., MM dan tamu lainnya usai membuka Sosialisasi dan Pelatihan Perpustakaan se-Provinsi Bengkulu, kemarin (17/10). BENGKULU

Bengkulu Ekspress – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu terus berinovasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Dari yang dahulunya bernama PerpuSeru, program ini bertransformasi menjadi Perpustakaan Sebagai Pusat Belajar Masyarakat Berbasis Inklusi Sosial. Insklusi sosial adalah pendekatan berbasis sistem sosial yang memandang perpustakaan sebagai sub sistem sosial dalam kemasyakatan.

Untuk itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan Sosialisasi serta Pelatihan Perpustakaan se-Provinsi Bengkulu di Hotel Raffles City, Selasa (16/10/18) selama 2 hari yakni 16-17 Oktober 2018 . Sosialisasi atau kegiatan pembinan ini merupakan lanjutan cikal bakal dari PerpuSeru yang dahulunya dikembangkan Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpustakaan nasional Republik Indonesia, Muhammad Syarif Bando yang diwakili Kepala Perpustakaan dan Minat Baca, Deni Kurniadi menuturkan, pada 2011 lalu PerpuSeru merupakan hasil kerjasama Perpusnas dengan Coca-cola Foundation Indonesia dan Bill & Melinda Gates Foundation yang mengagas pusat belajar masyarakat melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi.

“Setelah 8 tahun bekerja sama dengan Coca-cola Foundation Indonesia dan Bill & Melinda Gates Foundation berakhir, kita kembali dengan program baru ini. Kita juga memberikan bantuan komputer, tambahan koleksi buku dan pendidikan pengetahuan untuk pustakawan. Semoga saja minat baca dan pengetahuan masyarakat terus berkembang dengan beberapa bantuan sarana dan prasarana yang kita berikan,” terangnya kepada Bengkulu Ekspress.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan sumber daya manusia melalui peningkatan literasi dan kreativitas masyarakat sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan dengan mengakses informasi sehingga bisa menciptakan beragam inovasi yang dapat menjadi penghasilan masyarakat di sisi ekonomi. Mengingat saat ini minat baca masyarakat Bengkulu dinilai masih sangat rendah, bisa dikatakan merupakan salah satu sebab meningkatnya angka kemiskinan yang dialami masyarakat karena kurangnya pengetahuan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman menjelaskan, di Provinsi Bengkulu program PerpuSeru diaplikasikan dalam bentuk Pembinaan Perpustakaan Desa atau Kelurahan. Ada 3 Kabupaten yang sudah menjadi binaan yaitu Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Bengkulu Tengah.

“Dari masing-masing kabupaten itu, totalnya sudah ada 19 Desa yang menjadi binaan PerpuSeru dan sekarang berganti menjadi program berbasis inklusi sosial ini. Tentunya tidak ada yang berubah dari fungsi perpustakaan, hanya saja ada beberapa perkembangan seperti penambahan komputer berjaringan untuk memperluas cakupan baca masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang mendukung penuh program tersebut dan puluhan peserta pelatihan se-Provinsi Bengkulu.

Ia berharap, pelatihan dan sosialisasi ini bisa menjadi salah satu program pendukung mencerdaskan bangsa dengan meningkatkan minat baca masyarakat. (imn)

Sumber: https://bengkuluekspress.com/perpustakaan-pikat-pembaca-berubah-ke-berbasis-inklusi-sosial/

Memberdayakan Potensi Perpustakaan dan Kearsipan Untuk Mewujudkan Masyarakat Yang Cerdas dan Berkarakter